Minggu, 30 Juni 2013

Filsafat Renaissance



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dunia barat pada zaman sekarang dibanding dengan dunia barat pada zaman dahulu sangat berbeda jauh. Karena pada zaman sebalum terjadinya sebuah kejadian luar biasa yang kita kenal dengan renaissance, dunia barat dalam keadaaan gelap gulita (Dark Age) tanpa ada cahaya pengetahuan sedikitpun. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi oleh gereja, sehingga pada masa itu, manusia berfikir secara sempit dan terbatas oleh aturan-aturan gereja. Dapat kita bayangkan bahwa [ada zaman itu pemikiranb manusia tidak dapat berkembang bebas dan maju dengan pesat.
Akan tetapi, oaring eropa semakin mengerti akan pentingnya ilmu pengetahuan dan mencoba untuk melepaskan diri dari belenggu gereja. Gerakan seperti ini semakain menguat dan berkembang dnegan pesat setelah mereka sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan. Karena dengan ilmu pengetahuan mereka dapat menuju suatau masa yang lebih baik dan lebih meju. Denban kesadaaran inilah mereka membuka halaman baru sejarah dan menutup masa kegelepan yang selama ini telah mengikat dan membatasi kemajuan mereka.
Gerakan renaissance  merupakan sebuah gerakan yang sanat berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan manusia pada zaman itu hingga zaman sekarang. Dengan adanya gerakan ini manusia mempunyai kebebasan dalam mengembangkan diri dalam segala aspek dan segi tidak hanya dalam segi keagamaan saja, tetapi juga dalam segi ilmu pengetahuan, seni, budaya, penjelajahan, filsafat, dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya. Pada zaman ini pula berkembang faham-faham pemikiran yang akan mempengaruhi bentuk pemikiran manusia pada zaman mendatang. Faham-faham itu meliputi rasionalisme, empirisme, idealisme, materealisme, dan posotivisme.
Begitu beasarnya pengaruh renaissance dalam kemajuan peradaban manusia sehingga kita diruntut untuk dapat memahami semangat dan spirit yang ada pada gerakan ini, sehingga kita tidak hanya mengapresiasi gerakan tersebut, tetapi mampu  mengaplkikasikan semanagat dan spirit itu dalam kehidupan kita sehari-hari menuju zaman yang lebih baik.


1.2  Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini dapat kita bagi dalam 2 tujuan besar yaitu Main Purpose(tujuan Umum) dan Special Purpose (tujuan khusus). Tujuan umum dari penulisan makalah ini adalah mahasiswa dapat memahami dengan seksama pengertian dari Piagam Madinah sehingga dapat berfikir secara logis serta dapat mengambil kesimpulan dengan obyektif . Sedangkan tujuan khusus dari penulisan malakah ini adalah sebagai berikut:
1.       Pembaca dapat mengetahui latar belakang terjadinya Renaissance
2.       Pembaca dapat mengetahui tokoh-tokoh Zaman Renaissance
3.       Pembaca dapat mengetahui dampak Renaisssance

1.3  Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan membahas rumusan masalah sebagi berikut:
1.       Latar belakang terjadinya Renaissance
2.       2.      Tokoh-tokoh zaman Renaissance
3.       Dampak Renaisssance





BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Latar Belakang Terjadinya Renaissance
Middle Age merupakan zaman dimana Eropa sedang mengalami masa suram. Berbagai kreativitas sangat diatur dan dibatasi oleh gereja. Dominasai gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Agama Kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Seolah raja tidak mempunyai kekuasaan, justru malah gerejalah yang mengatur pemerintahan. Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi hal-hal yang merugikan gereka akan mendapat balasan yang sangat kejam. Contohnya, pembunuhan Copernicus mengenai teori tata surya yang menyebutkan bahwa matahari pusat dari tata surya, tetapi hal ini bertolak belakang dengan gereja sehingga Copernicus dibunuhnya.
Pemikiran manusia pada Abad Pertengahan ini mendapat doktrinasi dari gereja. Hidup seseorang selalu dikaitkan dengan tujuan akhir (ekstologi). Kehidupan manusia pada hakekatnya sudah ditentukan oleh Tuhan. Maka tujuan hidup manusia adalah mencari keselamatan. Pemikiran tentang ilmu pengetahuan banyak diarahkan kepada theologi. Pemikiran filsafat yang berkembang pada masa itu sanagat di pengaruhi oleh gereja sehingga lahir filsafat scholastik[1] yaitu suatu pemikiran filsafat yang dilandasi pada agama dan untuk alat pembenaran agama. Oleh karena itu disebut Dark Age atau Zaman Kegelapan.
Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan pihak pemerintah atas saran dari gereja maka timbulah sebuah gerakan kultural, pada awalnya merupakan pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan kegerejaan di Italia pada pertengahan abad XIV. Sebelum gereja mempunyai peran penting dalam pemerintahan, golongan ksatria hidup dalam kemewahan, kemegahan, keperkasaan dan kemasyuran. Namun, ketika dominasi gereja mulai berpengaruh maka hal seperti itu tidak mereka peroleh sehingga timbullah semangat renaissance. Gerakan ini juga merupakan keinginan ksatria untuk mengembalikan kejayaan mereka seperti masa lalu, sehingga mereka dapat hidup dengan penuh kehormatan dan kejayaaan.
Zaman Renaisans adalah zaman kelahiran-kembali (Renaissance, bahasa Perancis) kebudayaan Yunani-Romawi di Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 M. Sesudah mengalami masa kebudayaan tradisional yang sepenuhnya diwarnai oleh ajaran kristiani.[2]
Zaman renaissance ini sering juga di sebut sebagai zaman humanisme. Maksud ungkapan ini adalah manusia diangkat dari abad pertengahan. Pada abad pertengahan itu manusia dianggap kurang dihargai sebagai manusia. Kebenaran diukur berdasarkan ukuran dari gereja (kristen), bukan menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Humanisme menghendaki ukuran haruslah dari manusia. Karena manusia mempunyai kemampuan  berfikir, maka humanisme  menganggap manusia mampu mengatur dirinya dan dunia. Jadi ciri utama renaissance adalah humanisme, individualisme lepas dari Agama (tidak mau di atur oleh agama), empirisme (zaman kebebasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan) dan rasionalisme (kebebasan dalam mengembangkan fikiran).[3]
Menurut Ernst Gombrich munculnya renaissance sebagai suatu gerakan kembali di dalam seni, artinya bahwa renaissance tidak dipengaruhi oleh ide-ide baru. Misalnya, gerakan Pra-Raphaelite atau Fauvist merupakan gerakan kesederhanaan primitif setelah kekayaan gaya Gotik Internasional yang penuh hiasan.
Menurut Prancis Michel De Certeau renaissance muncul karena bubarnya jaringan-jaringan sosial lama dan pertumbuhan elite baru yang terspesialisasi sehingga gereja berusaha untuk kembali mendesak kendali dan manyatukan kembali masyarakat lewat pemakaian berbagai teknik visual dengan cara-cara mengadakan pameran untuk mengilhami kepercayaan, khotbah-khotbah bertarget dengan menggunakan citra-citra dan teladan-teladan dan sebagainya yang diambil dari pemikiran budaya klasik sehingga dapat mempersatukan kembali gereja yang terpecah-belah akibat skisma (perang agama).
Renaissance muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadi optimistis. Hal ini juga menyebabkan dihapuskannya sistem stratifikasi sosial masyarakat agraris yang feodalistik. Maka kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan feodal menjadi masyarakat yang bebas. Termasuk kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga menemukan dirinya sendiri dan menjadi fokus pada kemajuan diri sendiri. Antroposentrisme menjadi pandangan hidup denganhumanisme menjadi pegangan sehari-hari. Selain itu adanya dukungan dari keluarga saudagar kaya semakin menggelorakan semangat Renaissance sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.[4]

2.2 Tokoh-tokoh Zaman Renaissance
Setiap gerakan baik besar atau kecil akan menghasilkan tokoh-tokoh yang tidak akan lepas dari sejarah pergerakan tersebut. Begitu pula renaissance, gerakan yang mampu mengubah cara berfikir eropa menjadi lebih maju dan modern juga mempunyai tokoh yang harus kita ketahui bersama. Pada zaman renaissance terdapat tokoh di berbagai bidang, baik itu di bidang seni dan budaya, ilmu pengetahuan, penjelajahan, ataupun di bidang filsafat. Diantara tokoh-tokoh tersebut adalah:

1.       1.      Niccollo Machiavelly
Machiavelly lahir pada tahun 1469 di Florence, meninggal dunia tahun 1527 pada umur 58 tahun, ayahnya adalah seorang ahli hukum, tergolong anggota keluarga terkemuka tetapi tidak begitu berada.  Machiavelly  hidup pada saat puncak kejayaan renaisaans di Italia, dan pada saat itu italia masih terbagi-bagi dalam negara-negara kecil, berbeda dengan negara yang bersatu seperti Prancis, Spanyol atau Inggris. Karena itu tidak mengherankan jika pada masa ini Italia lemah secara militer  meskipun briliant dalam segi kultur.
Di kala Michiavelly muda, Florence diperintah oleh penguasa Medicine yang mashur, Lorenzo. Setelah Lorenzo meninggal dunia tahiun 1492, beberapa tahun kemudian penguasa Medicini diusir dari Florence. Florence menjadi Republik (Republic Forentine). Pada tahun 1498, Machiavelli yang berumur dua puluh sembilan tahun, memperoleh kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama empat belas tahun setelah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai misi diplomasi atas namanya, melakukan perjalanan ke prancis, jerman, dan di dalam negeri italia.
Tahun 1512, Repuplik Forentine digulingkan dan penguasa Medicine kembali memegang tampuk kekuasaan, Machiavelly di pecat dari posisinya, dan di tahun berikutnya dia ditahan atas tuduhan terlibat dalam komplotan melawan penguasa Medicine. Meski disiksa ia tetap bertahan menyatakan tidak bersalah dan akhirnya di bebaskan pada tahun itu juga. Sesudah itu ia pensiun dan berdiam  di sebuah perkebunan kecil di San Casiano, tidak jauh dari Florence.
Semasa hidupnya, Machiavelly menulis beberapa buku, yaitu;
1.       The prince(sang pangeran), karya paling monumental di tulis pada tahun 1513
1.       The discources upon the first ten books of  titus livius (pembicaraan terhadap            sepuluh buku pertama tius livius).
2.       The art of war (seni berperang) dan lain lain.[5]

1.       Lorenzo Valla  (1405-1457)
Lahir di Roma pada tahun 1405 dari keluarga ahli hukum. Salah satu ungkapannya yang sangat terkenal adalah Mengorbankan hidup demi kebenaran dan keadilan adalah jalan menuju kebajikan tertinggi, kehormatan tertinggi dan pahala tertinggi. Hasil karyanya antara lain adalahDe volupte (kesenangan) yang terbit pada tahun 1440, yang berisi kekagumannya pada etika Stoisisme yang mengajarkan pentingnya manusia itu mati raga (askese) dalam rangka mendapatkan keselamatan jiwa.
Buku yang berjudul De Libero erbitrio (keinginan bebas) yang mengatakan individualitas manusia berakar pada kebesaran dan keunikan manusia, khususnya kebebasan sehingga kehendak awal Sang Pencipta tidak membatasi perbuatan bebas manusia dan tidak meniadakan peran kreatif manusia dalam sejarahnya. Judul buku De falso credita et ementita Constantini donation declamation berisi tentang donasi hadiah kepada Sri Paus oleh Kaisar Constantinus sebenarnya palsu sebab dari sudut bahasa donasi itu jelas bukan gaya bahasa abad ke-4 melainkan abad ke-8.[6]
3. Dante Alighiere (1265-1321)
Dante lahir pada tanggal 21 Mei 1265 di Firenze, berasala dari keluarga kaya raya. Dia pernah menjadi prajurit Firenze, ingin negaranya dapat merdeka dari pengaruh tiga kerajaan yang lebih besar yaitu Kepausan, Spanyol dan Perancis. Dante mulai menjadi pengkritik dan penentang otoritas moral Kepausan yang dinilai tidak adil dan tidak bermoral. Puncaknya dia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul De Monarchia (On Monarchy) yang berisi tentang kedudukan dan keabsahan Sri Paus sebagai pemimpin spiritual tertinggi Gereja Katolik, mengapa sekaligus menjadi raja dunia (Kerajaan Kepausan) yang otoriter. Hasil karya Dante antara lain adalah La Vita Nuova (The New Life) berisi tentang gambaran pertumbuhan cinta manusia. Comedia yang ditulis ketika dia berada dalam pengasingan panjang di Revenna. Buku ini berisi tentang perjalanan jiwa manusia yang penuh kepedihan dalam perjalanan dari dunia ke alam gaib. Tokoh utamanya adalah Virgilius (nama sastrawan dari zaman Romawi kuno) yang setelah kematiannya harus melewati tiga fase yaitu inferno (neraka), purgatoria (pembersih jiwa), danparadiso (surga).

4. Francesco Petrarca (1304-1374)
Lahir pada 20 Juli 1304 M di Tuscan. Ia belajar hukum di Montpellier dan melanjutkan ke Universitas Bologna. Namun, ia lebih tertarik pada seni sastra dan seni lukis. Dia seorang humanis yang mengagumi hal-hal yang serba naturalis, polos dan apa adanya. Salah satu ungkapannya pada alam dituangkan dalam karya lukis yang diberi nama Ikar.[7]

5. Boccacio (1313-1375)
Giovani Boccacio lahir di Certaldo, Italia tahun 1313 dari seorang pedangang yang berasal dari Firenze. Hasil karyanya antara lain cerita epos seperti Thebaid atau Aenid, prosa seperti Ameto,puisi seperti Amoroso Visione dan Ninfale Fiesolan. Puncak karyanya Decamerome, karya sastra lainnya De genealogis deorum gentilium (On The Genealogy of God) yang tersusun dalam 15 jilid.[8]

6.  Michelangelo
Michelangelo Buonarroti Simoni Lodovico di (6 Maret 1475 -18 Februari 1564), umumnya dikenal sebagai Michelangelo, adalah seorang Italia Renaisans pelukis, pematung, arsitek, penyair, dan insinyur yang diberikan pengaruh yang tak tertandingi pada perkembangan seni Barat. Michelangelo dianggap sebagai seniman terbesar dalam hidupnya, dan sejak itu ia telah dianggap salah satu seniman terbesar sepanjang masa. Sejumlah karya-karyanya baik di dalam bidang lukisan, patung, dan arsitektur masuk dalam peringkat paling terkenal dalam keberadaan. Dua karya yang paling terkenal yang pernah ia kerjakan adalah  Pieta dan David , yang diukir sebelum ia menginjak usia tiga puluh tahun. Karya lainnya adalah adegan dari kitab Kejadian pada langit-langit dan Penghakiman Terakhir di dinding altar Kapel Sistina di Roma. Dan masih banyak lagi karya-karyanya dalam bidang seni.[9]

7.  Perugino
Ia lahir Pietro Vannucci di Città della Pieve , Umbria , putra dari Cristoforo Vannucci; julukannya sebagai ciri dari Perugia, kota utama Umbria. Meskipun apa yang dinyatakan oleh penulis biografi Giorgio Vasari, yang menyebutkan bahwa Vannucci adalah salah satu orang terkaya di kota itu. Dia paling mungkin mulai belajar melukis di Perugia, dalam lokakarya lokal seperti orang-orang dari Bartolomeo Caporali atau Fiorenzo di Lorenzo.
Perugino adalah salah satu praktisi awal Italia lukisan cat minyak. Beberapa karya karyanya yang terkenal adalah Tondo (gambar lingkaran) di Musée du Louvre dari Perawan dan Anak Bertahta antara Orang Suci.[10]
  
8.  Raphael
Raffaello Sanzio da Urbino (April 6 atau 28 Maret 1483 – April 6, 1520 [3] ), lebih dikenal hanya sebagai Raphael, adalah seorang pelukis dan arsitek dari High Renaissance. Karyanya yang dikagumi karena kejelasan bentuk dan kemudahan komposisi dan untuk pencapaian visualnya dari Neoplatonisme ideal keagungan manusia. Bersama dengan Michelangelo danLeonardo da Vinci, ia membentuk trinitas tradisional guru besar pada masa itu. Raphael sangat produktif, menjalankan lokakarya yang luar biasa besar, dan meskipun kematiannya pada usia 37 tahun, dia telah menghasilakan karya-karya yang fenomenal. Banyak dari karya-karyanya yang ditemukan di Istana Apostolik di Vatikan, Karya yang dikenal terbaik adalah Sekolah Athena di Vatikan Stanza della Segnatura.[11]

9.  Sandro Botticelli
Alessandro di Mariano di Vanni Filipepi, lebih dikenal sebagai Sandro Botticelli (1445 -17 Mei 1510) adalah seorang pelukis Italia dari awal Renaissance. Dia berasal dari sekolah Florence di bawah perlindungan Lorenzo de ‘Medici, sebuah gerakan yang Giorgio Vasari akan mencirikan kurang dari seratus tahun kemudian sebagai ” zaman keemasan “, pikiran, cukup sesuai, ia menyatakan di kepala Vita- nya Botticelli. Reputasi  Botticelli bertahan  sampai akhir abad 19, sejak saat itu karyanya telah dilihat untuk mewakili rahmat linear lukisan Renaisans Awal. Di antara karya terbaik yang terkenal adalah Kelahiran Venus dan Primavera.[12]




10.Tiziano Vecelli
iziano Vecellio Tiziano Vecelli atau (1488/1490-27 Agustus 1576) lebih dikenal sebagai Titianadalah seorang pelukis Italia, anggota paling penting dari abad ke-16 sekolah Venesia . Dia lahir di Pieve di Cadore , dekat Belluno (dalam Veneto), di Republik Venesia. Selama hidupnya dia sering disebut da Cadore, diambil dari tempat kelahirannya.
Diakui  sebagai “The Sun tengah Bintang Kecil” (mengingat baris terakhir terkenal DanteParadiso ), Titian adalah salah satu pelukis serba bias di Italia. Dia sanagt trerkenal dengan olah warna yang tanpa celah. Memnag banayak yang mengatakan bahwa hasil lukisannya tidak sefenomenal Rafael ataupun Leonardo da Vinci, akan tetapi olah warna dan goresan kuas yang dihasilkannya diakui oleh dunia dan nyaris tanpa celah.[13]

1.       1.      Desiderius Erasmus
Desiderius Erasmus Roterodamus (atau Desiderius Erasmus dari Rotterdam) (Gouda, 27 Oktober 1466Basel, Swiss, 12 Juli 1536) adalah seorang filsuf, humanis dan ahli teologiBelanda.
Erasmus dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1466. Ia memulai pendidikan di salah satu sekolah Latin di Utrecht lalu melanjutkannya di Deventer di bawah asuhan Persaudaraan Kehidupan Bersama (The Brethrehn Common Life). Di sini Erasmus dikenal karena kecakapannya yang luar biasa. Ayahnya adalah seorang imam. Eramus sempat masuk ke biara Augustinus karena dipaksa oleh walinya setelah ibunya meninggal dunia. Selama lima tahun dari 1486 hingga 1491, Erasmus tinggal di biara itu.
Dan salah satu kata-kata dari Desiderus Eramus yang tekenal adalah “Jadi, tampaknya seni yang paling di berkahi adalah  seni yang paling dekat dengan kebodohan, dan orang-orang yang paling bahagia adalah yang mempu menghindari kontak dengan seni dan ilmu sekaligus, cukup mengikuti alam, yang tidak pernah mengecewakan mereka, kecuali jika mereka berusaha melampaui batas sifat manusiawi mereka”.[14]
Karya-karya
1.       Enchiridion Militis Christian (Handbook of the Christian Soldier) tahun 1503.
2.       Novum Instrumentum Omne (1516). Ini adalah Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasaYunani beserta terjemahan dalam bahasa Latin.
3.       De libero arbitrio diatribe sive collatio (Kebebasan Kehendak) tahun 1524.

Pada masa renaissance ini juga berkembang bentuk pemikiran manusia yang baru, yang sama sekali terlepas dengan gereja. Diantara pemahaman itu adalah humanisme, rasionalisme, empirisme, dan materialisme.

1. Humanisme
Zaman renaissance ini sering juga di sebut sebagai zaman humanisme. Maksud ungkapan ini adalah manusia diangkat dari abad pertengahan. Pada abad pertengahan itu manusia di anggap kurang di hargai sebagai manusia. Kebenaran diukur berdasarkan ukuran dari gereja (kristen), bukan menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Humanisme menghendaki ukuran haruslah dari manusia. Karena manusia mempunyai kemampuan  berfikir, maka humanisme  menganggap manusia mampu mengatur dirinya dan dunia,[15]

2. Rasionalisme
Rasionalisme adalah faham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan di peroleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir. Alat dalam berfikir itu adalah kaidah kaidah logis atau kaidah kaidah logika.
Rasonalisme ada dua macam, dalam bidang agama dan filsafat. Dalam bidang agama rasionalisme adalah lawan autoritas, dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan empirisme
Rasionalisme dalam bidang agama adalah kemampuannya untuk mengkritik ajaran agama, rasionalisme dalam bidang filsafat terutama berguna sebagai teori pengetahuan. Sebagai lawan empirisme, rasionalisme berpendapat bahwa sebagian dan bagian penting pengetahuan datang atau bersumber dari penemuan akal.

3. Empirisme
Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan serta pengetahuan itu sendiri dan mengecilkan peranan akal, istilah empirisme diambil dari bahasa yunani empeiria  yang berarti coba-coba atau pengalaman.[16]
Empirisme sebagaai lawan rasionalisme berpendapat bahwa pengetaahuan diperoleh dari pengalaman dengaan cara observasi/penginderaan baik pengalamaan lahiriyah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniyah yang menyangkut pribadi manusia. Pengalaman merupakan faktor fundamental, dan ia merupakan sumber dari pengetahuan manusia.[17]

4. Materialisme
Paham ini di pelopori oleh LAMETTRIE (1709-1751). Bagi dia manusia tak lain dari mesin begitu pula halnya dengan binatang, sehingga tak ada bedanya antara manusia dengan binatang. Ia mengingkari prinsip hidup pada umumnya. Ia mencoba membuktikan, bahwa bahan (badan) tanpa jiwa mungkin hidup (bergerak), sedangkan jiwa tanpa bahan (badan) tak mungkin ada, jantung katak yang dikeluarkaan dari tubuh katak masih berdenyut beberapa detik (hidup kata Lamettrie), sedangkan tak mungkin ada katak, jika tak  ada badannya! Demikianlah nyata benar, menurut Lamettrie bahwa prinsip hidup  itu tak ada dan tentu tak ada prinsip hidup yang rohani.[18]

2.3 Dampak Renaissance
Sumbangan Renaissance Kepada Eropa:
Kemunculan aliran pemikiran yang mementingkan kebebasan akal seperti aliran baru Eropa hingga abad ke 18 seperti humanisme, rasionalisme, nasionalisme dan absolutisme berani mempersoalkan kepercayaan dan cara pemikiran lama yang diamalkan selama ini secara langsung melemahkan kekuasaan golongan gereja.
Itali telah menjadi pusat ilmu yang terkenal di Eropa pada abad ke 15. Hal ini terjadi ketika Kota Konstantinopel yang dikuasai oleh orang Islam jatuh ke tangan orang barat pada tahun 1453. Keadaan ini telah menyebabkan ramainya para ilmuan Islam berhijrah ke pusat-pusat perdagangan di Itali. Dan hal ini menyebabkan Itali menjadi pusat intelektual terkenal di Eropa pada masa itu.
Renaissance telah membentuk masyarakat perdagangan yang berdaya maju. Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dan kekuasaan golongan gereja yang senantiasa berusaha menyekat perkembangan ilmu dan masyarakat di Eropa.
Melahirkan tokoh-tokoh pemikir seperti Leonardo de Vinci yang terkenal sebagi pelukis, pemusik dan ahli falsafah serta jurutera. Michelangelo merupakan tokoh seni, arkitek, jurutera, penyair dan ahli anotomi. Melahirkan ahli-ahli sains terkenal seperti Copernicus dan Galileo. Melahirkan ahli matematika seperti Tartaglia dan Cardan yang berusaha menghuraikan persamaan ganda tiga. Tartaglia orang pertama yang menggunakan konsep matematika dalam ketenteraan yaitu mengukur tembakan peluru mariam. Cardan terlibat dalam penghasilan ilmu algebra.
Selain itu, Renaissance telah melahirkan tokoh-tokoh perubahan di Eropa. Antara lain tokoh perubahan terkenal itu adalah William Harvey yang telah memberi sumbangan dalam kajian peredaran darah. Renaissance telah melahirkan masyarakat yang lebih progresif dan wujud semangat mandiri sehingga membawa kepada aktivitis penjelajahan dan kemajuan.[19]

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa dampak dari renaissance bagi perkembangan peradaban barat adalah sebagi berikut:
1.       Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian individu.
2.       Berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
3.       Munculnya faham pemikiran baru seperti humanisme, rasionalisme, empirisme, dan  materealisme.
4.       Runtuhnya dominasi gereja.
5.       Menguatnya kedudukan kaum bourgeois[20] sehingga mereka tumbuh menjadi kelas penguasa.
6.       Mendorong pencarian daerah baru sehingga berkobarlah era penjelajahan samudera.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah disampaikan pada halaman-halaman sebelumnya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa latar belakang renaissance  adalah:
1.       Adanya pembatasan-pembatasan, penyiksaaan, kekejaman, keterikatan, pemaksaan, dan banyak tindakan lain yang mungkin tidak berperi-kemanusiaan yang dilakukan oleh gereja.
2.       Keinginan kaum borjuis untuk mengembalikan kejayaan mereka seperti masa lalu, sehingga mereka dapat hidup dengan penuh kehormatan dan kejayaaan.
3.       Munculnya sebuah gerakan kultural, pada awalnya merupakan pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan kegerejaan di Italia.
4.       Munculnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan mengubah perasaanpesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadi optimistis.
Dengan keadaan yang tanpa adanya kebebasan ini maka timbullah sebuah semangat baru untuk mendapat kebebasan dalam segala kegiatan, tanpa ada keterikatan dan pemaksaaan dari pihak lain. Ini adalah merupakan proses yang mengawali gerakan renaissance tersebut. Dan hasil dari gerakan ini lebih bernilai atau bahkan tak ternilai harganya meski harus melewti proses yang begitu kelam. Karena pada masa reaissance ini muncul begitu banyak tokoh dalam bidangnya msing-masing dan mereka mampu memberikan subtansi konkrit pada bidang mereka masing-masing. Perubahan yang luar biasa ini tidak hanya merubah pandangan hidup bangsa Eropa saja khususnya tetapi mampu mengubah cara pandang dunia dan umat manusia pada umumnya.
Semanagat renaissance juga merupakan start awal menuju zaman teknologi yang mutakhir. Karena dengan semangat ini muncul para ilmuwan-ilmuwan yang mengutarakan ide-ide cemerlangnya dalam bidang IPTEK. Hal ini bisa terjadi karena telah terhapusnya fahamsekularisme yang membatasi antara ilmu pengetahuan dengan agama, sehingga ilmu pengetahuan tidak dapat bergerak bebas dan berkembang pesat. Namun setelah terhapusnya faham ini dengan adanya gerakan renaissance, maka ilmu pengetahuan mempunyai ruang gerak yang sangat leluasa sehingga mampu untuk berkembang dan maju. Diantara tokoh-tokh yang terkenal pada masa ini adalah:
1.       Bidang seni dan budaya: Albrecht Dührer (1471-1528), Desiserius Eramus (1466-1536), Donatello, Ghirlandaio, Hans Holbein (1465-1506), Hans Memling (1430-1495), Hieronymus Bosch (1450-1516), Josquin de Pres (1445-1521), Leonardo da Vinci (1452-1519), Lucas Cranach (1472-1553), Michaelangelo (1475-1564), Perugino (1446-1526), Raphael (1483-1520), Sandro Botticelli (1444-1510), Tiziano Vecelli (1477-1526).
2.       Bidang Penjelajahan: Christopher Columbus (1451-1506), Ferdinand Magellan (1480?-1521).
3.       Bidang Ilmu pengetahuan: Johann Gutenberg (1400-1468), Nicolaus Copernicus (1478-1543), Andreas Vesalius (1514-1564), William Gilbert (1540-1603), Galileo Galilei (1546-1642), Johannes Kepler (1571-1642).
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa dampak dari renaissance bagi perkembangan peradaban barat adalah sebagi berikut:
1.       Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian individu.
2.       Berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
3.       Munculnya faham pemikiran baru seperti humanisme, rasionalisme, empirisme, dan  materealisme.
4.       Runtuhnya dominasi gereja.
5.       Menguatnya kedudukan kaum bourgeois sehingga mereka tumbuh menjadi kelas penguasa.
6.       Mendorong pencarian daerah baru sehingga berkobarlah era penjelajahan samudera.
Sehingga dengan adanya gerakan ini maka Eropa telah membentuk sebuah kebudayaan baru yang mampu mengubah tatanan kehidupan mereka untuk mencapai kemajuan dan perkembangan di semua bidang. Di mana kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.[21] [22] Dengan kebudayaan baru ini Eropa mulai membuka lembaran baru sejarah dan menutup rapat-ratat masa kelam mereka, serta mulai mengepakkan sayapnya untuk menjelajahi dunia.



DAFTAR PUSTAKA

Surajiwo. 2005. Suatu Pengantar Ilmu Filsafat. Jakarta:Bumi Aksara.
Petrus L.T., Simon. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta:Kanisius.
Tafsir, Ahmad. 2007. Filsafat Umum. Bandung:Remala Rosdakarya.
Maksum, Ali. 2010. Pengantar Filsafat. Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.
Higgin, Graham. 2004. Antologi Filsafat. Jogjakarta:Bentang.
Poedjawijatna. 1990. Pembimbing Ke Arah Filsafat. Jakarta:Rineka Citra.
Taylor, F.B. 1871. Primitife Culture. London:John Murray.
Suryasumantri, Jujun S. 2010. Filsafat Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:Sinar Harapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar